Lompat ke Konten Utama (Skip to Content)
Beranda Layanan Berita Kontak
Agenda Aduan Warga Pengumuman IPKD

Wisata dan Budaya

Eksplorasi Geopark Nasional Bojonegoro (Aspiring UGGp), keajaiban Kayangan Api & Teksas Wonocolo, cagar budaya Waduk Pacal, serta ragam Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia termasuk Tari Thengul, Sandur, dan Samin.

18/09/2026
784x

Kabupaten Bojonegoro menyimpan kekayaan pariwisata dan warisan kebudayaan yang unik, memadukan fenomena cagar alam geologi langka di dunia, bentang alam perbukitan karst Pegunungan Kendeng Selatan, lembah subur di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo, serta keragaman seni pertunjukan dan kearifan lokal yang hidup turun-temurun. Dengan status sebagai Geopark Nasional yang tengah melangkah menuju UNESCO Global Geopark (UGGp) serta ditetapkannya berbagai karya budaya lokal sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia oleh Kemendikbudristek, Bojonegoro menjadi destinasi unggulan edukasi, kebudayaan, dan ekowisata di Jawa Timur.


1. Geopark Nasional Bojonegoro & Keajaiban Geologi

Kabupaten Bojonegoro secara resmi ditetapkan sebagai Geopark Nasional oleh Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) sejak 28 November 2017 dengan tema unggulan internasional "The Unique Petroleum Geoheritage on Land". Pada tingkat nasional, kawasan ini berhasil masuk dalam 2 Besar Nasional Aspiring UNESCO Global Geopark (UGGp) berkat keunikan sistem perminyakan darat purba yang terintegrasi dengan sejarah bumi dan kebudayaan masyarakat.

No. Nama Geosite / Situs Lokasi / Kecamatan Karakteristik & Keistimewaan Geologis
1 Kayangan Api Desa Sendangharjo, Kec. Ngasem Fenomena gas alam abadi yang keluar dari rekahan batuan lempung dan tidak pernah padam meski diguyur hujan lebat. Situs ini sarat nilai sejarah sebagai petilasan Empu Supa (zaman Majapahit) menempa pusaka, dan menjadi lokasi sakral pengambilan api abadi berbagai perhelatan nasional.
2 Petroleum Geoheritage Teksas Wonocolo Desa Wonocolo, Kec. Kedewan Situs warisan bumi tambang minyak bumi tradisional pertama di Indonesia yang telah beroperasi sejak era kolonial Belanda (tahun 1894). Menampilkan lanskap ratusan sumur minyak tradisional di punggung perbukitan yang masih ditambang secara manual menggunakan rig kayu jati dan mesin otomotif sederhana.
3 Geosite Kedung Maor Desa Kedungsumber, Kec. Temayang Singkapan batuan sedimen laut purba Formasi Sonde yang dialiri Kali Soko. Memiliki tebing ngarai kapur bertingkat dengan fosil moluska laut dalam, membuktikan bahwa daratan Bojonegoro jutaan tahun lalu merupakan cekungan laut dalam. Suara gemuruh air terjunnya menyerupai raungan hewan buas (maor).
4 Morfologi Karst Negeri Atas Angin Desa Deling, Kec. Sekar Struktur perbukitan batugamping karst di Zona Pegunungan Kendeng Selatan pada ketinggian ±650 mdpl. Menyajikan panorama lembah hijau, lautan awan, serta lanskap perbukitan struktural Bukit Cinta dan Bukit Atas Angin.
5 Cagar Budaya Waduk Pacal Desa Kedungsumber, Kec. Temayang Struktur bendungan air bersejarah peninggalan kolonial Belanda yang dibangun pada 1927 dan diresmikan tahun 1933 oleh arsitek Ir. H. Van Hien. Dibangun di celah bukit kapur dengan konstruksi batu pecah dan pintu pelimpah air alami berkapasitas awal 41 juta m³.
6 Fosil Paus Purba Semanding Dusun Kuwung, Desa Semanding, Kec. Bojonegoro Temuan fosil tulang paus purba (Cetacea) dan biota laut purbakala yang memperkuat bukti ilmiah evolusi geologi daratan Bojonegoro dari laut menjadi daratan terangkat pada periode Pliosen-Pleistosen.

2. Destinasi Wisata Alam, Tirta, dan Agrowisata Unggulan

Selain situs geologi kelas dunia, Bojonegoro memiliki beragam objek wisata alam, rekreasi air, dan perkebunan produktif yang menjadi magnet kunjungan wisatawan keluarga:

  • Agrowisata Belimbing Ngringinrejo (Kec. Kalitidu): Kawasan perkebunan belimbing seluas ±20,4 hektare di bantaran Sungai Bengawan Solo yang membudidayakan varietas unggul Belimbing Madu dan Belimbing Jingga berbuah manis segar sepanjang tahun. Destinasi ini meraih Juara 1 Tingkat Nasional Kategori Agrowisata Populer pada Anugerah Pesona Indonesia (API).
  • Tirtawana & Dander Waterpark (Kec. Dander): Kompleks rekreasi pemandian alami dan taman air keluarga yang asri di bawah naungan lebatnya hutan tanaman jati KPH Bojonegoro, dilengkapi sumber mata air jernih dan kolam rekreasi.
  • Bendungan Gongseng (Kec. Temayang): Bendungan multifungsi berdaya tampung 22,43 juta m³ dengan luas genangan 390,6 hektare yang diresmikan Presiden RI pada akhir 2021. Menyajikan panorama danau buatan dengan latar belakang hutan perbukitan tropis.
  • Agrowisata Salak Wedi (Kec. Kapas): Sentra perkebunan salak lokal legendaris yang telah dibudidayakan turun-temurun sejak lebih dari satu abad lalu, memiliki rasa manis segar dengan kadar air tinggi dan tekstur daging tebal.
  • GoFun Theme Park & Waterpark (Kec. Bojonegoro): Taman rekreasi keluarga terpadu di kawasan perkotaan yang menyuguhkan puluhan wahana permainan modern, wisata edukasi, pertunjukan cahaya lampion, serta arena seluncur air.

3. Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia Resmi dari Bojonegoro

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia secara berkala menetapkan karya budaya adiluhung daerah yang memenuhi kriteria kelestarian dan nilai sejarah tinggi. Kabupaten Bojonegoro memiliki sederet karya budaya yang telah sah tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia:

No. Karya Budaya Domain / Klasifikasi Deskripsi Nilai Budaya & Catatan Prestasi
1 Wayang Thengul Seni Pertunjukan (Ditetapkan 2018) Kesenian wayang boneka kayu 3 dimensi pipih khas Bojonegoro yang dirintis oleh Ki Dalang Samjan (Kecamatan Trucuk) pada era 1930-an. Membawakan lakon cerita babad Menak, cerita Panji, dan kisah rakyat dengan punakawan khas seperti Lupit dan Slentheng.
2 Tari Thengul Seni Pertunjukan (Ditetapkan 2019) Tarian kreasi khas Bojonegoro yang mengadaptasi gerakan kaku, patah-patah, serta ekspresi mimik komikal boneka Wayang Thengul. Memecahkan Rekor MURI dengan 2.019 penari pada Thengul International Folklore Festival (TIFF) 2019 dan tampil memukau di Istana Merdeka Jakarta pada Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-74.
3 Kesenian Sandur Bojonegoro Seni Pertunjukan & Adat Istiadat (Ditetapkan 2018) Teater rakyat komunal tanpa panggung pertunjukan konvensional (dimainkan di arena melingkar bertabur tanah/blongmen) dengan empat tokoh sentral: Pethak, Balong, Cawik, dan Germo. Mengandung ajaran moral, solidaritas agraris, serta permohonan berkah kesuburan bumi.
4 Ajaran Samin Surosentiko Bojonegoro Tradisi & Pengetahuan Tradisional (Ditetapkan 2019) Falsafah hidup luhur komunitas Sedulur Sikep yang berpusat di Dusun Jepang, Desa Margomulyo. Mengajarkan perlawanan tanpa kekerasan warisan Ki Samin Surosentiko, kejujuran sejati (ora goroh), pantang iri dengki (ora drengki srei), kesederhanaan, dan keharmonisan menjaga kelestarian alam hutan.
5 Ledre Bojonegoro Kemahiran Kerajinan Tradisional (Ditetapkan 2021) Keterampilan pembuatan penganan khas tradisional berbentuk silinder gulung tipis bertekstur renyah dan beraroma harum pisang raja alami, diproduksi secara turun-temurun terutama di Kecamatan Padangan dan Bojonegoro.
6 Kerupuk Klenteng (Kerupuk Bang-Jo) Kemahiran Kerajinan Tradisional (Ditetapkan 2024) Kerupuk legendaris berwarna merah dan hijau khas Bojonegoro yang telah diproduksi secara konsisten sejak tahun 1929 di dekat kawasan Klenteng Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Hok Swie Bio. Menjaga proses sangrai pasir dan pengolahan tradisional tanpa pengawet sintetis.

4. Sentra Kriya, Kerajinan Rakyat, dan Batik Jonegoroan

Bojonegoro memiliki sentra-sentra industri kriya kreatif masyarakat berbasis kearifan lokal yang telah menembus pasar nasional dan ekspor internasional:

  • Sentra Kriya Bubut & Cukit Kayu Jati Batokan (Kec. Kasiman): Sentra kerajinan kayu jati terkemuka yang memanfaatkan bonggol dan limbah kayu jati Perhutani berkualitas tinggi. Menghasilkan aneka cinderamata bernilai seni tinggi seperti vas bunga, replika hewan, guci bubut, kaligrafi cukit, hingga perabot mebel artistik.
  • Batik Jonegoroan: Wastra batik khas Bojonegoro yang dipatenkan secara resmi Hak Kekayaan Intelektualnya (HAKI) sejak 2009. Memiliki 14 motif paten berkarakter filosofi daerah, di antaranya: Motif Daun Jati (simbol keteduhan), Gatra Wreksa Mulya (tegakan pohon jati), Pari Sumilak (lumbung pangan padi), Sata Gondo Wangi (tembakau Virginia aroma harum), Jagung Miji Emas, Surya Salak Kartika, dan Rancak Thengul.
  • Sentra Gerabah Tradisional Rendeng (Kec. Malo): Sentra pembuatan aneka perabot tanah liat dan celengan karakter fauna warna-warni yang dikerjakan para perajin secara tradisional di tepi Sungai Bengawan Solo sebagai destinasi wisata edukasi anak.

5. Ragam Gastronomi dan Tradisi Kuliner Khas

Cita rasa kuliner Bojonegoro bercorak agraris pedesaan yang otentik dan penuh dengan nilai kebersamaan:

  • Sego Buwuhan: Sajian kuliner tradisional khas tradisi hajatan (buwuhan) masyarakat Bojonegoro yang disajikan hangat di atas alas daun jati segar. Komposisinya terdiri atas nasi putih, momoh tempe (olahan tempe berbumbu gurih manis), sayur lodeh tewel (nangka muda), mie kuning pedas, serundeng kelapa, dan lauk sate daging sapi atau rempelo ati. Kuliner ini pernah memecahkan Rekor MURI dengan sajian terbanyak.
  • Ledre Bojonegoro: Oleh-oleh khas utama Bojonegoro dengan tekstur renyah manis dan aroma legit pisang raja asli yang telah diproduksi secara turun-temurun sejak era awal abad ke-20.
  • Kerupuk Klenteng (Bang-Jo): Camilan renyah gurih legendaris sejak tahun 1929 yang menjadi hidangan pelengkap wajib berbagai menu masakan lokal Bojonegoro.
  • Balung Kuwuk & Ender-Ender: Olahan keripik singkong tradisional dengan sensasi gurih pedas manis yang merefleksikan hasil pertanian umbi-umbian pedesaan Bojonegoro.
Bagikan Informasi Ini: