Lompat ke Konten Utama (Skip to Content)
Beranda Layanan Berita Kontak
Agenda Aduan Warga Pengumuman IPKD

Demografi

Profil statistik kependudukan, dinamika tren pertumbuhan 2017–2025, sebaran 1.372.167 jiwa di 28 kecamatan, struktur bonus demografi usia produktif 69,37%, serta serapan angkatan kerja di Kabupaten Bojonegoro.

18/09/2026
647x

Kabupaten Bojonegoro memiliki dinamika kependudukan yang terus bertumbuh secara stabil dengan struktur demografi yang didominasi oleh kelompok usia produktif. Berdasarkan integrasi data resmi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui sistem Satu Data Bojonegoro serta analisis demografi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Badan Pusat Statistik (BPS), total penduduk Kabupaten Bojonegoro tercatat sebanyak 1.372.167 jiwa pada tahun 2025 yang tersebar di 28 kecamatan, membawahi 419 desa dan 11 kelurahan.

Indikator Kependudukan Keterangan Resmi (Data Pemkab & BPS)
Jumlah Penduduk Total (2025) 1.372.167 jiwa (Registrasi Resmi Satu Data Bojonegoro Tahun 2025)
Komposisi Gender Laki-laki: 688.964 jiwa (50,21%) • Perempuan: 683.203 jiwa (49,79%)
Rasio Jenis Kelamin (Sex Ratio) 100,84 (terdapat ~101 penduduk laki-laki per 100 penduduk perempuan)
Luas Wilayah Daratan 2.307,06 km² (230.706 Hektare)
Kepadatan Penduduk Rata-rata 595 jiwa/km²
Kelompok Usia Produktif (15–64 thn) 945.482 jiwa (69,37%)Kondisi Bonus Demografi (Baseline RPJPD Bojonegoro 2025–2045)
Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio) 44,16 (setiap 100 jiwa usia produktif menanggung ~44 jiwa usia non-produktif)
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) 72,80%
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 4,12%
Kecamatan Penduduk Terbanyak Bojonegoro (Kota): 88.425 jiwa dan Dander: 88.387 jiwa
Kecamatan Penduduk Paling Sedikit Ngambon: 11.998 jiwa dan Kedewan: 13.929 jiwa

1. Dinamika dan Tren Pertumbuhan Penduduk (2017–2025)

Berdasarkan data registrasi kependudukan berkala Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang dihimpun melalui sistem Satu Data Bojonegoro, laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Bojonegoro menunjukkan tren peningkatan yang stabil dan terkendali dari tahun ke tahun:

Tahun Laki-laki (Jiwa) Perempuan (Jiwa) Total Penduduk Pertumbuhan
2017 659.778 650.517 1.310.295 -
2018 666.726 657.609 1.324.335 +1,07%
2019 670.008 661.366 1.331.374 +0,53%
2020 673.266 665.834 1.339.100 +0,58%
2021 673.766 667.493 1.341.259 +0,16%
2022 677.476 673.174 1.350.650 +0,70%
2023 684.317 678.741 1.363.058 +0,92%
2024 686.426 679.801 1.366.227 +0,23%
2025 688.964 683.203 1.372.167 +0,43%

Dinamika angka di atas menunjukkan bahwa rata-rata laju pertumbuhan penduduk tahunan berada pada rentang yang sehat (±0,4% hingga 0,6% per tahun). Keseimbangan rasio jenis kelamin yang stabil pada angka 101 mencerminkan piramida penduduk yang sehat dan proporsional.


2. Sebaran Penduduk Berdasarkan Wilayah Kecamatan (Tahun 2025)

Penduduk Kabupaten Bojonegoro tersebar di 28 kecamatan dengan karakteristik kepadatan yang bervariasi antara kawasan dataran aluvial perkotaan dengan kawasan perbukitan agraris. Rincian jumlah penduduk per kecamatan menurut data resmi Satu Data Bojonegoro tahun 2025 adalah sebagai berikut:

No. Nama Kecamatan Jumlah Desa/Kel Laki-laki (Jiwa) Perempuan (Jiwa) Total Penduduk
1 Bojonegoro (Kota) 18 (11 Kel, 7 Desa) 43.506 44.919 88.425
2 Dander 16 Desa 44.424 43.963 88.387
3 Baureno 25 Desa 43.404 42.399 85.803
4 Kedungadem 23 Desa 42.837 42.835 85.672
5 Sumberrejo 26 Desa 37.126 36.888 74.014
6 Balen 23 Desa 34.721 34.419 69.140
7 Kepohbaru 25 Desa 34.655 33.982 68.637
8 Ngasem 17 Desa 32.206 31.310 63.516
9 Kanor 25 Desa 31.619 31.239 62.858
10 Kapas 21 Desa 29.421 28.952 58.373
11 Tambakrejo 18 Desa 28.814 28.295 57.109
12 Kalitidu 18 Desa 26.305 26.172 52.477
13 Ngraho 16 Desa 24.350 24.133 48.483
14 Sugihwaras 17 Desa 24.170 23.902 48.072
15 Padangan 16 Desa 22.732 22.594 45.326
16 Sukosewu 14 Desa 22.637 22.309 44.946
17 Trucuk 12 Desa 20.330 20.298 40.628
18 Temayang 12 Desa 19.185 19.043 38.228
19 Gayam 12 Desa 17.289 17.231 34.520
20 Malo 20 Desa 16.377 16.428 32.805
21 Kasiman 10 Desa 16.243 16.364 32.607
22 Purwosari 12 Desa 15.713 15.430 31.143
23 Sekar 6 Desa 14.695 14.368 29.063
24 Gondang 7 Desa 13.769 13.169 26.938
25 Margomulyo 6 Desa 11.622 11.768 23.390
26 Bubulan 5 Desa 7.844 7.836 15.680
27 Kedewan 5 Desa 6.922 7.007 13.929
28 Ngambon 5 Desa 6.048 5.950 11.998
Total Kabupaten Bojonegoro 430 688.964 683.203 1.372.167

3. Struktur Kelompok Umur dan Peluang Bonus Demografi (Baseline RPJPD)

Berdasarkan analisis demografi dalam dokumen resmi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Bojonegoro Tahun 2025–2045 oleh Bappeda Kabupaten Bojonegoro (menggunakan basis data kependudukan akhir 2023 sebesar 1.363.058 jiwa), struktur kependudukan Bojonegoro berada pada fase Bonus Demografi yang sangat produktif:

Kelompok Umur Jumlah (Jiwa) Persentase (%) Karakteristik & Peran Pembangunan
Usia Belum Produktif (0–14 tahun) 262.379 19,25% Generasi penerus usia sekolah yang menjadi fokus peningkatan kualitas pendidikan dasar dan pemenuhan gizi anak.
Usia Produktif (15–64 tahun) 945.482 69,37% Kelompok angkatan kerja utama penopang sektor industri, pertanian pangan, perdagangan, dan sektor migas.
Usia Lanjut (65+ tahun) 155.197 11,38% Penduduk lanjut usia yang didukung oleh program jaminan kesehatan daerah dan perlindungan sosial terpadu.
Total Penduduk (Basis RPJPD) 1.363.058 100,00% Sumber: Analisis Demografi RPJPD Bojonegoro 2025–2045 (Bappeda Kab. Bojonegoro, Data Akhir 2023)

Rasio ketergantungan (dependency ratio) Kabupaten Bojonegoro berada pada angka 44,16. Artinya, setiap 100 orang usia produktif hanya menanggung sekitar 44 orang usia non-produktif. Dominasi kelompok usia kerja produktif (±69,37%) ini menjadi jangkar demografis utama yang terus menopang produktivitas dan ekspansi pembangunan daerah seiring bertambahnya jumlah penduduk hingga mencapai 1.372.167 jiwa pada tahun 2025.


4. Ketenagakerjaan dan Struktur Mata Pencaharian

Kondisi pasar tenaga kerja di Kabupaten Bojonegoro mencerminkan perekonomian yang dinamis dan bertransformasi dari agraris tradisional menuju industrialisasi bernilai tambah tinggi:

  • Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan (±41,5%): Menjadi basis penyerapan tenaga kerja terbesar di wilayah pedesaan. Komoditas unggulan meliputi padi sawah, jagung, kedelai, serta tembakau Virginia Bojonegoro yang bernilai ekspor.
  • Sektor Perdagangan Besar, Eceran, dan Jasa (±23,8%): Berkembang pesat di sepanjang koridor perkotaan Bojonegoro, Kapas, Balen, dan Sumberejo serta jalur persimpangan antarprovinsi di Padangan dan Baureno.
  • Sektor Industri Pengolahan & UMKM (±14,2%): Meliputi sentra industri mebel kayu jati (bubut cukit), kerajinan batik khas Jonegoroan, gerabah tradisional Malo, dan industri olahan makanan khas seperti ledre dan rengginang.
  • Sektor Konstruksi & Energi Migas (±9,5%): Menyerap tenaga kerja teknik dan pendukung operasional lapangan migas Blok Cepu (Banyu Urip), Lapangan Sukowati, dan proyek gas Jambaran-Tiung Biru (JTB).
  • Sektor Layanan Publik, Pendidikan, & Pemerintahan (±11,0%): Menyediakan tenaga profesional di bidang birokrasi pemerintahan, pendidikan sekolah/pesantren, dan fasilitas kesehatan.

5. Kehidupan Sosial dan Budaya Kemasyarakatan

Masyarakat Bojonegoro memiliki karakter sosial yang terbuka, egaliter, pekerja keras, dan menjunjung tinggi harmoni sosial. Kerukunan antarumat beragama terjaga dengan sangat baik di mana mayoritas pemeluk agama Islam (>99,4%) hidup berdampingan secara damai dengan komunitas Kristen, Katolik, dan pemeluk agama lainnya.

Ikatan sosial masyarakat diperkuat oleh kearifan lokal tradisi sambatan (gotong royong tanpa pamrih), musyawarah guyub rukun, serta bahasa pergaulan dialek boso Jonegoroan yang akrab dan lugas. Modal sosial ini menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas keamanan, ketenteraman masyarakat, dan iklim investasi daerah yang kondusif.

Bagikan Informasi Ini: